Langsung ke konten utama

Cara turunkan PSA

Bagaimana caranya untuk dapat menurunkan kadar PSA (prostate-specific antigen)? Pertanyaan ini pasti muncul ketika Anda menerima hasil tes dengan kadar PSA yang tinggi. Mungkin Anda merasa khawatir dengan keadaan PSA yang lebih dari angka normal, bahkan jauh di atas rata-rata.
Faktor penyebab tingkat PSA tinggi :
• Kanker prostat
• Prostatitis (radang prostat)
Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)
• Obat yang dipakai untuk mengobati BPH
• Infeksi saluran kemih
• Kateterisasi dan ejakulasi terakhir, secara temporer dapat meningkatkan PSA
• Usia

Kebanyakan pria prihatin dengan penyebab kadar PSA yang tinggi. Apakah penyebabnya karena kanker atau mungkin sesuatu yang lain? Tidak ada orang yang ingin memiliki nilai PSA abnormal. Jika Anda mengalami kejadian ini, lewat artikel ini Anda dapat menemukan jawabannya.

Anda dapat memiliki prostat yang sehat salah satunya melalui gaya hidup dan pola makan. Meskipun usia dan riwayat keluarga merupakan salah satu faktor internal yang sulit untuk dihindari, cara ini merupakan langkah terbaik untuk dapat menurunkan tingkat PSA Anda, berikut ulasannya :

Kurangi Makan Daging
Pembesaran prostat dipengaruhi oleh hormon. Hormon akan terus bertambah ketika Anda mengonsumsi daging dan produk susu olahan. Ini merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan pembesaran prostat. Daging memiliki kandungan lemak yang tidak sehat, mengurangi konsumsinya dapat menurunkan berat badan dan juga mengatasi masalah pembesaran prostat yang dapat berujung pada kanker. Makan sayuran organik yang kaya akan vitamin lebih baik untuk kesehatan prostat yang Anda miliki.

Makan Tomat
Makan tomat, terutama tomat yang telah dimasak dapat membantu menurunkan PSA dan mengurangi risiko kanker prostat. Tomat memiliki antioksidan kuat yang dapat menurunkan tingkat kanker prostat hingga 65%.

Berolahraga
Studi menemukan ketika Anda melakukan latihan aerobik, yoga dan meditasi dapat membantu menurunkan kadar PSA. Latihan aerobik dianggap bermanfaat untuk menurunkan PSA karena membantu menurunkan berat badan. Masalah berat badan berkaitan dengan produksi hormon yang mempengaruhi kesehatan prostat. Yoga dan meditasi dapat mengurangi stres, karena hormon dapat timbul akibat dari tingginya tingkat stres. Kegiatan tersebut dapat Anda tambahkan sebagai kegiatan rutin yang harus dijalani setiap minggunya.

Minum jus delima merah
Penelitian menunjukkan bahwa jus buah delima dapat membantu untuk melawan kanker prostat. Jus ini kaya fitokimia, telah terbukti dapat membunuh sel-sel kanker prostat agresif dan memperlambat laju penggandaan PSA.

Beberapa cara yang telah diulas dapat Anda terapkan dalam kehidupan Anda, hindari konsumsi daging dan makanan berlemak, utamakan untuk makan sayuran. Rutin melakukan kegiatan yoga, meditasi atau aerobik. Dan jangan lupa untuk konsumsi Amazon Plus yang mengandung tomat dan delima merah, kandungan kedua buah-buahan tersebut dapat menghindari kadar PSA yang terlalu tinggi.

Sumber: prostate.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Risiko kanker lebih rendah dengan konsumsi Antioksidan

Risiko kanker lebih rendah dengan konsumsi Antioksidan , Anda pasti pernah mendengar tentang antioksidan, seperti Vitamin C, likopen, dan betakaroten, yang banyak terdapat pada beberapa jenis buah dan sayuran. Banyak penelitian memperkirakan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan itu, risiko terkena kankernya rendah. Berbagai bahan kimia dari tanaman yang dikenal sebagai fitokimia juga sepertinya sama fungsinya, yaitu melindungi sel dari senyawa berbahaya dalam makanan dan lingkungan, juga mencegah kerusakan sel dan terjadinya mutasi. Begitu disebutkan Jed W. Fahey, ScD, MS, salah seorang peneliti dari sekolah kedokteran di Johns Hopkins university. Fahey juga dikenal sebagai peneliti yang sedang mempelajari bagaimana sayuran membantu melindungi berbagai penyakit. Jenis makanan penangkal kanker, kalau diamati sebetulnya tidak jauh berbeda dengan jenis makanan sehat yang biasa Anda makan pula. "Artinya, makanlah banyak buah dan sayuran, serta biji-bijian...

Kunyah Makanan hingga Lembut Bikin Langsing

Meski para ahli telah menyarankan untuk mengunyah makanan hingga lembut, tak sedikit dari kita tidak melakukannya. Padahal, menurut sebuah studi baru, kegiatan tersebut juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Peneliti asal Iowa State University menemukan, penambahan waktu mengunyah dapat menurunkan asupan kalori yang didapat dari makanan. Hasil temuan studi tersebut pun mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan orang dengan waktu makan yang lebih lama pada umumnya cenderung lebih langsing. Studi yang dipublikasi dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics tersebut menganalisis kuantitas kunyahan pada makanan terhadap banyaknya kalori yang diasup, serta pengaruhnya pada berat badan. Menurut peneliti studi Constance Brown-Riggs dari Academy of Nutrition and Dietetics, mengunyah lebih lama akan memberikan kesempatan seseorang untuk menikmati tekstur dan rasa makanan dengan lebih baik. Dalam studi itu, para peneliti melibatkan peserta dengan berat badan normal,...

Gizi dan Vitamin yang Diperlukan Bayi Usia 0-6 Bulan

Zat gizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Nah para ibu sudahkah gizi anak Anda tercukupi? Menurut Sekertaris Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Sri Sudaryati Nasar, Sp.A (K) penting untuk para ibu memahami manfaat zat gizi untuk anak. "Zat gizi sangat penting untuk tumbuh kembang mereka, para ibu perlu paham benar tentang gizi seimbang untuk mereka . Hal itu untuk mencegah terjadinya malnutrisi atau kekurangan gizi," katanya. Berikut ini zat gizi yang diperlukan untuk anak, yaitu : 1. Energi Untuk menunjang keselutuhan proses pertumbuhan dan perkembangan otak. Usia 1 sampai 6 bulan kebuuhan energi meningkat sesuai dengan berat badan, kurang lebih 112 kkal perkilogeam berat badan. Sampai usia dua tahun, keperluan energi per kilogram berat badan menurun, ini berlangsung selama masa anak-anak. Kebutuhan energi pada usia 6 sampai 24 bulan adalah 950 kkal per hari. 2. Protein Untuk mem...