Langsung ke konten utama

Kenali gejala kanker otak

Kanker otak merupakan salah satu penyakit yang mematikan dan berbahaya. Kanker otak menyerang pada bagian luarnya yakni tiga bagian lapis selaput otak dan bagian tulang tengkorak. Pada dasarnya kanker yang menyerang bagian tersebut umumnya kanker/tumor jinak.

Namun bagian yang diserang adalah otak, maka ini sangat berbahaya. Karena dapat merusak dan mengganggu fungsi struktur susunan saraf pusat yang terletak didalam rongga tengkorak. Berkembangnya tumor tersebut maka jaringan otak akan semakin tertekan. Dan perlu diketahui volume rongga tengkorak sangat terbatas sehingga menyebabkan rasa sakit dikepala atau pusing. Jika itu memang dirasakan, maka kemungkinan merupakan gejala awal dari kanker otak.

Apa saja faktor penyebab kanker otak?

  • Gelombang radiasi yang dipancarkan oleh ponsel dan komputer yang dapat meningkatkan peranan dari sel kanker.

  • Penelitian telah menunjukkan bahwa terjadinya kanker otak berkaitan langsung dengan penggunaan obat–obatan pestisida, pelarut, pewarna dan formaldehida. Dan juga pada perempuan hamil, penggunaan alkohol atau pewarna rambut akan meningkatkan risiko anak-anak menderita neuroblastoma.

  • Trauma maupun benturan juga terbukti dapat merangsang kanker otak, jaringan parut meningeal dapat memicu terciptanya tumor, tumor traumatis terjadi terutama atas dasar dura dan cedera arachnoid. Selain itu, cedera otak traumatis yang sudah ada akan mempercepat pertumbuhan tumor otak.

  • Radiasi : paparan radiasi adalah salah satu penyebab kanker otak.


Apa saja gejala kanker yang paling umum ?

  • Sakit kepala : sakit kepala yang sering terasa pada pukul 04.00 – 05.00 pagi, sering terbangun karena rasa sakit, semakin lelap tidurnya semakin terasa sakitnya. Umumnya rasa sakit yang berkurang setelah bangun di pagi hari pukul 08.00 – 09.00.

  • Muntah banyak : berbeda dengan muntah yang disebabkan oleh penyakit-penyakit pencernaan. Pada pasien kanker otak, muntah sering diawali dengan rasa penuh atau begah pada perut, mual, sakit perut atau diare. Muntahnya tidak berkaitan dengan makanan yang dimakan, lebih disebabkan oleh rasa sakit kepala yang berkepanjangan serta terjadi muntah yang dahsyat. Muntah yang seperti ini disebabkan dari saraf medula oblongata yang mengalami peningkatan tekanan intrakranial utama.

  • Selain itu, penderita kanker otak juga umumnya mengalami kejang-kejang, exophthalmos (salah satu bola mata yang menonjol), tuli sebelah, hemiplegia (lumpuh tubuh sebelah), ucapan yang tidak jelas, kesulitan membuka kelopak mata, diplopia (penglihatan berbayang) atau kesulitan menelan makanan, vertigo, gerakan yang tidak sempurna merupakan gejala yang paling sering dijumpai pada penderita kanker otak.


Tim ahli rumah sakit Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan agar segera lakukan pemeriksaan dan pengobatan apabila ditemui berbagai gejala kanker otak seperti disebutkan diatas.

Sumber : info kesehatan dan asiancancer.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Risiko kanker lebih rendah dengan konsumsi Antioksidan

Risiko kanker lebih rendah dengan konsumsi Antioksidan , Anda pasti pernah mendengar tentang antioksidan, seperti Vitamin C, likopen, dan betakaroten, yang banyak terdapat pada beberapa jenis buah dan sayuran. Banyak penelitian memperkirakan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan itu, risiko terkena kankernya rendah. Berbagai bahan kimia dari tanaman yang dikenal sebagai fitokimia juga sepertinya sama fungsinya, yaitu melindungi sel dari senyawa berbahaya dalam makanan dan lingkungan, juga mencegah kerusakan sel dan terjadinya mutasi. Begitu disebutkan Jed W. Fahey, ScD, MS, salah seorang peneliti dari sekolah kedokteran di Johns Hopkins university. Fahey juga dikenal sebagai peneliti yang sedang mempelajari bagaimana sayuran membantu melindungi berbagai penyakit. Jenis makanan penangkal kanker, kalau diamati sebetulnya tidak jauh berbeda dengan jenis makanan sehat yang biasa Anda makan pula. "Artinya, makanlah banyak buah dan sayuran, serta biji-bijian...

Kunyah Makanan hingga Lembut Bikin Langsing

Meski para ahli telah menyarankan untuk mengunyah makanan hingga lembut, tak sedikit dari kita tidak melakukannya. Padahal, menurut sebuah studi baru, kegiatan tersebut juga dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Peneliti asal Iowa State University menemukan, penambahan waktu mengunyah dapat menurunkan asupan kalori yang didapat dari makanan. Hasil temuan studi tersebut pun mendukung temuan sebelumnya yang menyatakan orang dengan waktu makan yang lebih lama pada umumnya cenderung lebih langsing. Studi yang dipublikasi dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics tersebut menganalisis kuantitas kunyahan pada makanan terhadap banyaknya kalori yang diasup, serta pengaruhnya pada berat badan. Menurut peneliti studi Constance Brown-Riggs dari Academy of Nutrition and Dietetics, mengunyah lebih lama akan memberikan kesempatan seseorang untuk menikmati tekstur dan rasa makanan dengan lebih baik. Dalam studi itu, para peneliti melibatkan peserta dengan berat badan normal,...

Gizi dan Vitamin yang Diperlukan Bayi Usia 0-6 Bulan

Zat gizi sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Nah para ibu sudahkah gizi anak Anda tercukupi? Menurut Sekertaris Unit Kerja Koordinasi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Sri Sudaryati Nasar, Sp.A (K) penting untuk para ibu memahami manfaat zat gizi untuk anak. "Zat gizi sangat penting untuk tumbuh kembang mereka, para ibu perlu paham benar tentang gizi seimbang untuk mereka . Hal itu untuk mencegah terjadinya malnutrisi atau kekurangan gizi," katanya. Berikut ini zat gizi yang diperlukan untuk anak, yaitu : 1. Energi Untuk menunjang keselutuhan proses pertumbuhan dan perkembangan otak. Usia 1 sampai 6 bulan kebuuhan energi meningkat sesuai dengan berat badan, kurang lebih 112 kkal perkilogeam berat badan. Sampai usia dua tahun, keperluan energi per kilogram berat badan menurun, ini berlangsung selama masa anak-anak. Kebutuhan energi pada usia 6 sampai 24 bulan adalah 950 kkal per hari. 2. Protein Untuk mem...